Sabtu, 21 Februari 2015

Melukis Langit Dengan Tinta Air Laut ( MELATI )


Sebenarnya aku bukan pelukis tapi entah mengapa ketika melihat ke atas langit begitu indah dengan segala ciptaan Allah yang diberikan aku jadi bisa melukis. Sebenarnya ini sudah ke beberapakalinya aku melukis tapi aku tidak tau. Ah, bodohnya aku kenapa tidak dihitung sejak aku mulai melukis. Tapi sudahlah semua sudah berlalu toh sekarang aku mau melukis lagi. Eh, mau dihitung nda dari sekarang melukisnya...? nanti nyesel lagi. Hmmm... tidak usah soalnya kali ini aku melukis karena untuk ibadah kepada Allah bukan karena yang lain.

Al-hamdulillah aku panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat begitu banyak dan tidak terhingga yang kadang aku lalai malahan sering membuatnya marah "maafkan hamba ya Allah yang maha pengasih lagi penyayang". Engkau tau apa yang hamba tidak tahu tapi kadang hamba sok tahu. Engkau yang memberi rizqi kepada semua makhluq tanpa pilih kasih dan tanpa diminta imbalan tapi kadang hamba memaksa rizqimu untuk segera datang. Semoga engkau tidak benci apalagi murka, hamba tidak berani dan takut kasih sayangmu engkau cabut seperti orang-orang dulu sebelum hamba lahir. Karena tidak ada kasih sayangmu maka hancurlah meraka.

Lagi-lagi kesucian cinta mendarat dilangit yang sudah berapa kali aku melihatnya. Ketika pertama kali melihat aku masih belum ada firasat tapi setelah kedua, ketiga, dan ke empat ada benih-benih cinta suci yang ingin aku dapat. Maka aku mendongak ke langit dan berkata " wahai langit kaukah yang menggambarkan itu semua atas izin Allah, kalau itu benar aku akan melukismu atas gambar yang sudah aku dapat dengan harapan engkau menyampaikannya nanti kepada malaikat dan malaikat juga menyampaikan lukisanku pada sang Maha pencipta lukisan, karena aku takut lukisanku salah dan tidak baik, sedangkan aku akan menunggu keputusan. Doakan nanti Berikan aku kesabaran ketika engkau menyampaikan lukisanku ternyata masih salah dan kurang bagus ". Berbagai doa aku panjatkan namun ternyata lukisan itu masih salah. Biarlah tinta air laut masih banyak yang bisa aku dapatkan. Mungkin aku harus hati-hati, tidak sombong, dan harus banyak melatih dan melatih diri dalam kebaikan.

Lukisan butuh kasih sayang biar hasilnya bagus. Aku tidak boleh memaksa untuk indah karena aku sendiri belum tentu indah. Menurut diri sendiri indah tapi menurut yang lain belum tentu. Ingat dalam keindahan setiap kepala berbeda pendapat jadi aku harus tau. Jadikan keindahan menurut pikiran yang lain menjadi bahan evaluasi diri karena aku sendiri masih perlu memperbaiki keindahan itu sendiri. Allah itu indah dan menyukai keindahan maka jadikan keindahan Allah sebagai pegangan hidup. Maka dengan seizin-Nya keindahan itu akan menghampirimu. Dalam melukis ingatkan akan Allah dengan segala keindahan-Nya. Aku harus menjadi pemenang dalam keindahan itu sehingga Allah pun ikut meridhai dan banggga akan jerih payah itu. Allah telah memberikan keindahan sabar maka aku harus sabar, Allah telah memberikan keindahan taqwa maka aku harus banyak bertqwa, dan Allah juga telah memberikan keindahan iman maka aku harus meningkatkan iman setiap waktu jangan sampai tergadai rayuan setan apalagi syirik. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah min dzalik.

Caha terang adalah bagian keindahan itu. Jangan sekali-kali meredupkan cahaya itu, sekali meredupkan maka lama-lama kelamaan jadi gelap dan setanpun mudah masuk, sehingga ketika ingat harus memulai lagi dari awal. Allah sebaik-baik cahaya, maka alangkah indahnya cahaya Allah menyinariku. Semua orang beriman pasti menginginkannya. Bukan hanya aku dan manusia yang lainnya maka malaikatpun iri melihatnya. Ya Allah... bisakah aku seperti itu. Mudah-mudahan itu bukan hanya tulisanku atau dongenganku apalagi anganku tapi aku ingin itu terjadi dan benar-benar terjadi bagi diriku, baik di dunia maupun di akhirat. Selamatkan syahwat yang lemah ini dari kehinaan ya Allah ya Tuhanku sehingga aku berguna baik diri sendiri maupun orang lain. Cintakan aku pada cinta yang suci dan keindahan yang suci karena kasih sayangmu.

Ya Allah berilah hamba dan kaum Muslimin yang lainnya punya keimanan yang kuat serta cahaya di hati. Agar kami mudah memasuki surgamu tanpa perantara dan halangan yang menyulitkan kami. Khususnya untuk keluargaku dan para keturuanan kaum muslimin lainnya menjadi keturunan yang shaleh dan shalehah yang di penuhi cahaya ketauhidanmu sehingga menjadi generasi penerus umat dan bangsa yang berakhlaq karimah. Menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam. Dapat mengobati derita dan musibah yang melanda negeri. Penentram disegala penjuru sehingga merasa aman dalam ibadah. Hancurkan kebatilan sampai ke akar-akarnya...!

Aamiin ya mujibassailin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar