Senin, 26 Desember 2011

<(**)> Manuscript I fells  <(**)>

Often I saw Manuscript
Very eager seen, Frolic here and there together
Fused affection, make a term cooperation, give a signification together

But, what I see is
I see that is you butterfly
Beauty to fell but so sorry I can’t do

If your intimacy is like butterfly
Really, I am not loss to loving you
Although is only as limit as hearth with stamping hand

Because of you it’s drug
Likes butterflies which gave a drug
Those are the nice honey, as nice as your hearth butterfly

Pardon me, I have loved you by far…













<(**)> Naskah Yang Aku Rasakan <(**)>

Sering aku melihat naskah
Asik sekali bercengkrama kesana kemari berdua
Memadu kasih, menjalin kerja sama, saling mengerti

Tapi apa yang aku lihat
Aku melihat itu adalah kamu kupu
Indah rasanya tapi sayang aku tidak bisa

Jika kemesraanmu seperti kupu
Sungguh, aku tidak rugi mencintaimu
Walau sebatas hati bertangan buntung

Karena memang kamu obat
Seperti kupu-kupu yang memberikan obat
Yaitu madu yang manis, semanis hatimu kupu

Maaf, aku telah mencintaimu dari jauh…


Selasa, 06 Desember 2011

~ Maaf Ukhti..., Ana Telah Ternoda ~

Dengan segala noda-noda yang ada pada diri ana. Sekiranya menjadi bahan pertimbangan yang matang ukhti. Agar, tidak ada penyesalan dikemudian hari. Karena ana tidak ingin ukhti nanti kecewa dan menyesal dengan kenistaan yang ana miliki. Ana merasa, ana itu buruk buat ukhti. Maka ana tidak ingin ukhti menjadi sakit hati karena keburukan yang ana milki. Bukan maksud ana membuat ukhti canggung dan ragu, tapi ana ingin ukhti tahu tentang diri ana sebelumnya. Supaya tidak ada penyesalan dikemudian hari.

Ana sadar, ukhti wanita sholihah... sedangkan ana laki-laki penuh noda. Kalau ukhti mau mengurungkan niat ukhti menikah dengan ana, dengan Ikhlas ana siap untuk membatalkan ini, karena bagi ana... yang terbaik bagi ukhti juga merupakan yang terbaik buat ana. Kalau ukhti senang dengan keputusan ini, begitu pula ana pun ikhlas. Jadi jangan risaukan hati ana ukhti. Insya Allah hati ana ikhlas...

Maaf Ukhti..., Ana Telah Ternoda. Bagi ana... Ukhti adalah permata yang indah. Mudah-mudahan menjadi permata sampai ke surga... cuman pesan ana jagalah permata ukhti. Karena ana sayang dengan permata yang ukhti milki, karena ana merasa tidak tega kalau permata ukhti berubah jadi hitam, bukan putih yang berkilau penerang hati. Mudah-mudahan ukhti selalu dalam lindungan Alllah SWT dan menjadi umatnya yang Sholehah. Agar ukhti menjadi ratu bidadari. kemudian menjadi suami ukhti yang kekal sampai ke surga.

Kalau ana banyak salah... maafkan ana ukhti. Doakan agar ana bisa mendapat istri impian seperti ukhti. Karena ukhti adalah cerminan bagi calon istri ana.

Syukran 'alaiki ya ukhti. Ma'assalamah 'ala hayatuki...

Lastu Rajulan Kama Aradti ya Ukhti

Banyak sekali bintang-bintang dilangit yang selalu bersinar dengan cantiknya dan akan selalu menghiasi malam. Dari satu malam ke malam berikutnya sampai pada batas akhir nantinya atas ketentuan dan kekuasaan ilahi rabby. Begitu indah kuasa Allah SWTmenciptakan Langit dengan isinya, yang semuanya hanya untuk umat manusia, baik yang beriman maupun tidak. Langit sebagai atap, bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai tiang. Mudah-mudahan keberkahan menyertai kita.

Syukran 'ala ni'matillah, yang telah memberikan segala nikmatnya secara cuma-cuma. Bayangkan seandainya nikmat itu dibeli. Mungkin ada tuntuntan untuk umat manusia untuk kaya, karena kalau tidak, maka seketika itu dia akan mati. Sungguh, hati ini tidak berdaya untuk menghindar dari segala kenistaan dunia yang begitu sempit oleh cahaya ilahi rabby. Tak jarang manusia-manusia modern jumpai, sulit bagi mereka untuk menghindar termasuk ana untuk menghindar.

Ukhti... telah ukhti dengarkan betapa karunia Allah yang telah diberikan pada umat manusia dan sedikit yang mensyukurinya. Ana "laysa al-muslim kama aradti". Karena jiwa ana selalu melanda kekotoran. Kurang bisa menjadi muslim sejati, jiwa ana tidak baik untuk ukhti, terlalu sayang jika ukhti memilih ana. Maka pertimbangkan dahulu ya ukhti atas pendirianmu. Jangan hanya mengandalkan karena suka shalat ukhti jadi menyukai, jangan hanya mengandalkan karena sopan ukhti tertarik, dan jangan mengandalkan karena baik tutur katanya ukhti tergoda. Tapi Ukhti harus tahu kekurangan dan kelebihan ana secara mendalam, baik lahir maupun batin, supaya ukhti ikhlas pada nantinya.

Tampanku hanya sebatas tampan biasa, karena dibalik ketampanan ana banyak kelemahan yang menggrogoti jiwa ana "Mudah-mudahan Allah selalu melindungi". Ukhti harus tahu bahwa "Shalatku tidak pernah khusu, amalku selalu tidak ikhlas, dan pengabdianku selalu melenceng dari koridor yang Allah tetapkan", maka sungguh ana tidak tega kalau nanti sama ukhti. Karena buat ana ukhti sangat berharga. Maka ana tidak tega kalau benda yang berharga dibeli dengan harga yang murah. Sekiranya ukhti mengurungkan niat, masih ada jalan bisa ditempuh. Jangan salah ambil, karena ini untuk memelihara diri ukhti dari keburukan yang mungkin terjadi. Lastu rajulan kama aradti ya Ukhti

La tandzuri ilayya ya ukhti min jihatin wahidatin bal kulllu jihatin tandzuriina. Jangan sampai ada keterpaksaan pada akhirnya. Tanamkan rasa diri percaya dahulu sebelum bertindak. Jauhkan prasangka buruk, karena pada dasarnya keburukan itu benar adanya tapi ambillah pelajaran yang bisa diambil hikmah dari keburukan itu.

Syukran jazilan ya ukhti 'ala istima'iki... jazakillah khairan min qabl... Amin ya rabbal 'alamin...