Sebenarnya aku bukan pelukis tapi entah mengapa ketika melihat ke atas langit begitu indah dengan segala ciptaan Allah yang diberikan aku jadi bisa melukis. Sebenarnya ini sudah ke beberapakalinya aku melukis tapi aku tidak tau. Ah, bodohnya aku kenapa tidak dihitung sejak aku mulai melukis. Tapi sudahlah semua sudah berlalu toh sekarang aku mau melukis lagi. Eh, mau dihitung nda dari sekarang melukisnya...? nanti nyesel lagi. Hmmm... tidak usah soalnya kali ini aku melukis karena untuk ibadah kepada Allah bukan karena yang lain.
Al-hamdulillah
aku panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat begitu
banyak dan tidak terhingga yang kadang aku lalai malahan sering
membuatnya marah "maafkan hamba ya Allah yang maha pengasih lagi
penyayang". Engkau tau apa yang hamba tidak tahu tapi kadang hamba sok
tahu. Engkau yang memberi rizqi kepada semua makhluq tanpa pilih kasih
dan tanpa diminta imbalan tapi kadang hamba memaksa rizqimu untuk segera
datang. Semoga engkau tidak benci apalagi murka, hamba tidak berani dan
takut kasih sayangmu engkau cabut seperti orang-orang dulu sebelum
hamba lahir. Karena tidak ada kasih sayangmu maka hancurlah meraka.
Lagi-lagi
kesucian cinta mendarat dilangit yang sudah berapa kali aku melihatnya.
Ketika pertama kali melihat aku masih belum ada firasat tapi setelah
kedua, ketiga, dan ke empat ada benih-benih cinta suci yang ingin aku
dapat. Maka aku mendongak ke langit dan berkata " wahai langit kaukah
yang menggambarkan itu semua atas izin Allah, kalau itu benar aku akan
melukismu atas gambar yang sudah aku dapat dengan harapan engkau
menyampaikannya nanti kepada malaikat dan malaikat juga menyampaikan
lukisanku pada sang Maha pencipta lukisan, karena aku takut lukisanku
salah dan tidak baik, sedangkan aku akan menunggu keputusan. Doakan
nanti Berikan aku kesabaran ketika engkau menyampaikan lukisanku
ternyata masih salah dan kurang bagus ". Berbagai doa aku panjatkan
namun ternyata lukisan itu masih salah. Biarlah tinta air laut masih
banyak yang bisa aku dapatkan. Mungkin aku harus hati-hati, tidak
sombong, dan harus banyak melatih dan melatih diri dalam kebaikan.
Lukisan
butuh kasih sayang biar hasilnya bagus. Aku tidak boleh memaksa untuk
indah karena aku sendiri belum tentu indah. Menurut diri sendiri indah
tapi menurut yang lain belum tentu. Ingat dalam keindahan setiap kepala
berbeda pendapat jadi aku harus tau. Jadikan keindahan menurut pikiran
yang lain menjadi bahan evaluasi diri karena aku sendiri masih perlu
memperbaiki keindahan itu sendiri. Allah itu indah dan menyukai
keindahan maka jadikan keindahan Allah sebagai pegangan hidup. Maka
dengan seizin-Nya keindahan itu akan menghampirimu. Dalam melukis
ingatkan akan Allah dengan segala keindahan-Nya. Aku harus menjadi
pemenang dalam keindahan itu sehingga Allah pun ikut meridhai dan
banggga akan jerih payah itu. Allah telah memberikan keindahan sabar
maka aku harus sabar, Allah telah memberikan keindahan taqwa maka aku
harus banyak bertqwa, dan Allah juga telah memberikan keindahan iman
maka aku harus meningkatkan iman setiap waktu jangan sampai tergadai
rayuan setan apalagi syirik. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah min
dzalik.
Caha terang adalah bagian keindahan itu. Jangan
sekali-kali meredupkan cahaya itu, sekali meredupkan maka lama-lama
kelamaan jadi gelap dan setanpun mudah masuk, sehingga ketika ingat
harus memulai lagi dari awal. Allah sebaik-baik cahaya, maka alangkah
indahnya cahaya Allah menyinariku. Semua orang beriman pasti
menginginkannya. Bukan hanya aku dan manusia yang lainnya maka
malaikatpun iri melihatnya. Ya Allah... bisakah aku seperti itu.
Mudah-mudahan itu bukan hanya tulisanku atau dongenganku apalagi anganku
tapi aku ingin itu terjadi dan benar-benar terjadi bagi diriku, baik di
dunia maupun di akhirat. Selamatkan syahwat yang lemah ini dari
kehinaan ya Allah ya Tuhanku sehingga aku berguna baik diri sendiri
maupun orang lain. Cintakan aku pada cinta yang suci dan keindahan yang
suci karena kasih sayangmu.
Ya Allah berilah hamba dan
kaum Muslimin yang lainnya punya keimanan yang kuat serta cahaya di
hati. Agar kami mudah memasuki surgamu tanpa perantara dan halangan yang
menyulitkan kami. Khususnya untuk keluargaku dan para keturuanan kaum
muslimin lainnya menjadi keturunan yang shaleh dan shalehah yang di
penuhi cahaya ketauhidanmu sehingga menjadi generasi penerus umat dan
bangsa yang berakhlaq karimah. Menjunjung tinggi nilai-nilai agama
Islam. Dapat mengobati derita dan musibah yang melanda negeri. Penentram
disegala penjuru sehingga merasa aman dalam ibadah. Hancurkan kebatilan sampai ke akar-akarnya...!
Aamiin ya mujibassailin.