Selasa, 08 Januari 2013

MUHASABAH

Ini adalah kutipan-kutipan senja dan pagi yang aku campurkan tiap hari. Sisa-sisa aku menangis, senang, letih, lesu, dan tak bergairah menjalani tatanan kehidupan dunia. Seringkali aku menggores dan menancabkan pisau ke dalam hatiku. Aku ingin tenang, aku ingin lebih menikmati keringanan dalam hidup, aku ingin membuang kebencian-kebencian tak bertuan bersarang didadaku,dan juga aku ingin membuang jauh-jauh rasa buruk menimpaku setiap hari. Itu tidak lain supaya apa yang aku makan segar dan menyejukkan hati.


Anak-anak menangis, tertawa, dan mencanda menjadi hidangan. Teriakan-teriakan yang silih berganti aku telan sehingga aku jadi lusuh dan layu. Tidak seperti daun-daun segar menikmati indahnya pagi hari atau sore hari. Gedung-gedung yang megah menjadi teman bisuku setiap hari. Kadang menghiburku kadang menikamku seperti preman mangkir dipinggir jalan. Aneh tapi berkelanjutan. Tapi sudahlah buat apa memikirkan yang bukan hak membuat hati dengki saja.

Garam-garam di dapur aku tumbuk kemudian aku makan setiap hari. Tidak mengapa untuk mengganjal perut karena itu sudah menjadi hal  biasa. Aku tidak ingin merepotkan orang lain apalagi menjadikannya merasa resah. Biar aku menjadi penikmat rasa garam walaupun ternyata banyak gula diwarung-warung ataupun ditoko-toko yang penting Allah SWT Tuhan-ku sayang padaku dan semoga selalu demikian. Kadang aku malu sendiri karena sudah berbuat dosa dengan sengaja pada-Nya tapi aku sendiri merasa biasa-biasa saja. Ya Allah ampuni hambamu yang lemah ini.



Api walaupun panas tapi menemaniku juga setiap hari. Kadang merasa senang tapi kadang membakar juga dengan tidak sengaja. Tidak harus menyesal terbakar karena tugasnya api memang membakar. Aku hanya bisa maklum saja, aku tidak ingin terlarut dalam panasnya, cuman aku hanya tidak ingin panasnya membakar waktuku saja. Aku sendiri tidak ahli dalam memadamkan api apalagi api yang membakar diri sendiri. Biarkan saja api menyala nanti sudah waktunya juga padam. Tidak mudah memang tapi itu yang harus dilakukan, sehingga selamat dari kobaran api.

Semoga MUHASABAH ini menjadiakn Aku benci karena Allah sehingga aku cinta juga karena Allah. Aamiin ya rabbal 'alamin.

Rabu, 02 Januari 2013

WAJAHKU YANG LETIH

Aku tidak seganteng lelaki, dan
Aku juga tidak secakep pemuda
tapi aku lebih tahu siapa diriku, dan
aku lebih tahu siapa yang tampan

naluriku berkata akan ketampananku, tapi
tidak ada jaminan akan semua hal itu padaku
karena, ketampananku sangat terbatas sekali
sedangkan kecantikan yang menentukan itu

Senang rasanya ketika pujian mendera wajahku
akan lebih senang lagi ketika Tuhan meridhai aku
jika ada kecantikan memuji ketampanan wajahku
sekiranya jangan berlebihan atau biasa-biasa aja

Aku yang wajar
Aku yang lemah
Aku yang terlena

selalu berharap kemurahan hati Tuhan
memuliakanku dengan ilmu-Nya yang dicintai
memoles wajahku dengan ketampanan ridha-Nya
menjadikan budi pekerti yang luhur dan orang sholeh

ku harap tampanku membawa ke Surgan-Nya
sehingga bidadari surgapun jadi iri, dan
aku tidak harus letih membawa diri kepadanya
penantian yang berujung pada penyucian jiwa.