LUKISAN ITU
Bagaimana aku bisa melupakan lukisan yang tidak ada bedanya dengan lukisanmu walaupun kau beda fisiknya tapi menurutku kau sama. Sebenarnya aku benci dan benci dengan semua ini karena lukisanmu telah menyiksa hati dan pikiranku. Jika aku ingat waktu itu dan kau malah menari-nari dihadapanku.
Bagaimana aku bisa melupakan lukisan yang tidak ada bedanya dengan lukisanmu walaupun kau beda fisiknya tapi menurutku kau sama. Sebenarnya aku benci dan benci dengan semua ini karena lukisanmu telah menyiksa hati dan pikiranku. Jika aku ingat waktu itu dan kau malah menari-nari dihadapanku.
Bagaimana aku bisa melupakan ketika cahaya permata yang kau lemparkan bersama lukisanmu, kau hidangkan setiap hari padaku saat mentari menyinari keceriaanmu. Setelah kau muncul dalam pandanganku. Sebenarnya aku tidak menginginkan semua ini. Sebenarnya jika aku mau. Bisa saja aku bilang kalau kau selalu menghantuiku dengan lukisanmu yang indah itu. Tapi aku tidak berani.
“Bodoh sekali kalau aku mengharapkanmu, emangnya aku siapa!”
Ah, selalu saja kau membuatku merasa harus memiliki isi lukisan yang kau lemparkan bersama cahaya, sedangkan aku tidak memiliki modal untuk mendapatkan-Nya. Jika saja kau tahu siapa aku niscaya aku akan siap menghadapi lontaran katamu walaupun itu pahit. Segenap jiwa ragaku akan aku tahan kalaupun menyakitkan adanya. Karena aku yang menginginkan itu semua terjadi.
Ah, tidak. Itu tidak boleh terjadi. Kalaupun kau tahu siapa aku, betapa malunya aku ketika kau mengenalku _ lelaki yang mengharapkan mimpi dan hidupnya tidak tahu pasti. Dengan remehnya kau pasti akan melemparkan kata-kata tajam, dan menusuk relung hatiku. Walaupun seribu kekuatan ada di dalam ada dalam hatiku niscaya aku akan lemah terkapar.
“Begitu juga ketika kamu tahu apa maksud hatiku kau akan mencaciku!’
Aku sangat menyadari ketika itu semua terjadi – yang seharusnya tidak boleh terjadi. Akan menjadi beban bagimu dan bagiku. Tapi aku tidak bisa menyadari kenapa aku selalu dimunculkan oleh hal-hal yang dahulunya ada menjadi ada lagi dalam penglihatanku. Tapi aku pikir itu hanya kebatulan.
***
Dan kau lukisanku yang dulu, masih ingatkah kau padaku, ketika kau tahu, bahwa aku menyukaimu lalu kau benci. Betapa malunya aku, ketika kau bilang padaku. Karena kemauanku kau malu dan benci. Tapi aku tidak menyalahkanmu wahai lukisanku karena aku tidak layak bagimu. Aku sadar bahwa aku memang bukan raja yang kau inginkan – yang sesuai dengan isi hatimu. Aku berusaha menghilangkanmu dari ingatanku, tapi sayang lukisanmu selalu muncul muncul sehingga akupun lelah, lemah, dan tidak berdaya menghadapinya. Aku memang sudah putus asa padamu sehingga harapanku sia-sia, mungkin kau sekarang sedang bahagia dengan raja impianmu. Sehingga kau tidak perlu benci lagi karena kau sudah mendapatkan impianmu. Dan aku yang disini membuang khayalanku kepadamu jauh-jauh.
***
Kau memang lukisan yang selalu mendapatkan cahaya diwaktu pagi. Walaupun aku tidak tahu yang sebenarnya, bagaimana kamu. Tapi bagiku kau lain dari yang lain. Dimataku kau lukisan yang terindah yang diciptakan oleh yang maha kuasa dengan sempurna. Walaupun pasti ada kekurangan dalam dirimu, karena manusia hidup pasti ada kekurangannya, tinggal bagaimana manusia menyikapinya sendiri.
“dengan melihatmu cukup bagiku” akupun tidak terlalu berharap denganmu. Sebagaiman sebelumnya. Karena aku tahu siapa aku – yang hanya bisa berharap mendapatkan Putri Raja. Apalagi bisa kenal denganmu, dan kaupun kenal denganku. Dengan melihatmu cukup bagiku untuk melepas rindu “mengenang masa laluku” aku tidak mau membebanimu terhadapku, karena kau pasti kan malu karena telah mengenalku.
Wanita merupakan dambaan setiap lelaki, dikala lelaki terpesona kepadanya; aku tidak tahu dambaan lelaki Pemabuk, Penjudi, Perampok, Preman dan yang funky – katanya, mendambakan wanita seperti apa. Tapi lelaki yang baik dan beriman mendambakan wanita Sholehah untuk dunia dan akhiratnya.
Wanita yang baik – yang bisa menjaga perhiasaan-Nya, malu dan takut akan kehinaan, sedih dan resah akan kemaksiatan disekitarnya, kalaulah kupu-kupu malam menjadi dambaan lelaki hidung belang. Tapi kupu-kupu istana menjadi dambaan lelaki yang beriman.
Makhluk terindah di Alam nyata wanita, Makhluk tersayang di Alam ghaib Wanita, makhluk yang di dambakan di Akhirat Wanita. Tapi sayang banyak wanita yang tidak tahu akan hal itu. Kebanyakan wanita menjadi kupu-kupu malam dari pada kupu-kupu istana.
“lemahnya – Nya wanita, hancurnya pria “maka janganlah heran apabila kau lihat disekitarmu banyak perzinaan, walaupun tidak 100% bukan salahmu”
Aku berdoa, semoga kau selalu terjaga dalam kesucian. Menjadi permata untuk Raja. Menjadi kupu-kupu istana yang di dambakan orang beriman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar