Selasa, 06 Desember 2011

Lastu Rajulan Kama Aradti ya Ukhti

Banyak sekali bintang-bintang dilangit yang selalu bersinar dengan cantiknya dan akan selalu menghiasi malam. Dari satu malam ke malam berikutnya sampai pada batas akhir nantinya atas ketentuan dan kekuasaan ilahi rabby. Begitu indah kuasa Allah SWTmenciptakan Langit dengan isinya, yang semuanya hanya untuk umat manusia, baik yang beriman maupun tidak. Langit sebagai atap, bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai tiang. Mudah-mudahan keberkahan menyertai kita.

Syukran 'ala ni'matillah, yang telah memberikan segala nikmatnya secara cuma-cuma. Bayangkan seandainya nikmat itu dibeli. Mungkin ada tuntuntan untuk umat manusia untuk kaya, karena kalau tidak, maka seketika itu dia akan mati. Sungguh, hati ini tidak berdaya untuk menghindar dari segala kenistaan dunia yang begitu sempit oleh cahaya ilahi rabby. Tak jarang manusia-manusia modern jumpai, sulit bagi mereka untuk menghindar termasuk ana untuk menghindar.

Ukhti... telah ukhti dengarkan betapa karunia Allah yang telah diberikan pada umat manusia dan sedikit yang mensyukurinya. Ana "laysa al-muslim kama aradti". Karena jiwa ana selalu melanda kekotoran. Kurang bisa menjadi muslim sejati, jiwa ana tidak baik untuk ukhti, terlalu sayang jika ukhti memilih ana. Maka pertimbangkan dahulu ya ukhti atas pendirianmu. Jangan hanya mengandalkan karena suka shalat ukhti jadi menyukai, jangan hanya mengandalkan karena sopan ukhti tertarik, dan jangan mengandalkan karena baik tutur katanya ukhti tergoda. Tapi Ukhti harus tahu kekurangan dan kelebihan ana secara mendalam, baik lahir maupun batin, supaya ukhti ikhlas pada nantinya.

Tampanku hanya sebatas tampan biasa, karena dibalik ketampanan ana banyak kelemahan yang menggrogoti jiwa ana "Mudah-mudahan Allah selalu melindungi". Ukhti harus tahu bahwa "Shalatku tidak pernah khusu, amalku selalu tidak ikhlas, dan pengabdianku selalu melenceng dari koridor yang Allah tetapkan", maka sungguh ana tidak tega kalau nanti sama ukhti. Karena buat ana ukhti sangat berharga. Maka ana tidak tega kalau benda yang berharga dibeli dengan harga yang murah. Sekiranya ukhti mengurungkan niat, masih ada jalan bisa ditempuh. Jangan salah ambil, karena ini untuk memelihara diri ukhti dari keburukan yang mungkin terjadi. Lastu rajulan kama aradti ya Ukhti

La tandzuri ilayya ya ukhti min jihatin wahidatin bal kulllu jihatin tandzuriina. Jangan sampai ada keterpaksaan pada akhirnya. Tanamkan rasa diri percaya dahulu sebelum bertindak. Jauhkan prasangka buruk, karena pada dasarnya keburukan itu benar adanya tapi ambillah pelajaran yang bisa diambil hikmah dari keburukan itu.

Syukran jazilan ya ukhti 'ala istima'iki... jazakillah khairan min qabl... Amin ya rabbal 'alamin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar