Senin, 21 November 2011

>>> Menawan 

Bibir hanya alat untuk bicara
tapi untuk membuktikannya belum tentu bisa
membantu sang permata hati dalam dada
untuk mengucapkan, kau memang MENAWAN

Siapakah aku, yang berhati kelu 
tidak kuasa menuangkan dalam bibir
untuk sekedar saja berucap dan berimpati
Suapaya kau tau kau itu menawan

Kenapa, sulit terasa, dalam bibir
hati menjadi kacau karena menawan
sehingga meranalah dalam kesepian
penambat hati tak kunjung jua

hanparan sajadah menjadi saksi bisu
mengharapkan keridhoan ilahi rabbi
menghias dan menghibur sanubari
diantara masjid yang kokoh pagai ini 

Pagi hari, 22/11/2011
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar