>>> Menawan
Bibir hanya alat untuk bicara
tapi untuk membuktikannya belum tentu bisa
membantu sang permata hati dalam dada
untuk mengucapkan, kau memang MENAWAN
Siapakah aku, yang berhati kelu
tidak kuasa menuangkan dalam bibir
untuk sekedar saja berucap dan berimpati
Suapaya kau tau kau itu menawan
Kenapa, sulit terasa, dalam bibir
hati menjadi kacau karena menawan
sehingga meranalah dalam kesepian
penambat hati tak kunjung jua
hanparan sajadah menjadi saksi bisu
mengharapkan keridhoan ilahi rabbi
menghias dan menghibur sanubari
diantara masjid yang kokoh pagai ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar