Rabu, 19 Oktober 2011

-::- Tahajud Cinta Seorang Pemuda
 Bismillaahirrahmaanirrahiim

Yaa Allah...
... Aku ingin bercerita sedikit tentang kegundahanku akhir akhir ini.
Aku merasa Engkau telah mengacuhkanku, dan aku tidak menghendakinya pula...
Karena aku juga mencintai-Mu...

Jujur aku malu, namun setelah aku fikir kembali
Aku harus mengatakannya, meski Engkau tlah mengetahuinya sebelumku bercerita.
Aku harus utarakan ini, karena aku harus menjelaskan kesalah pahaman ini secepatnya.

Yaa Allahku...
Saat aku terjaga dari tidurku kemarin malam.
Kusaksikan wajah teduhnya begitu menentramkan
Dalam tidur pulasnya, kulihat ia begitu memesonakan
Dan kuakui, sejenak hatiku tlah tertawan

Ya Allahku... wahai pemilik sifat paling rahman
Aku...
Aku...
Aku...
Ah, aku malu sekali
Aku sangat takut Engkau marah dan pergi

Yaa Allah, pemilik sifat pengampun yang tak tertandingi
Dalam tidurnya semalam, tlah kuberanikan diriku tuk mencium keningnya...
Jujur, aku pun ingin mencium bibirnya
karena kutahu ia takkan menolaknya...
Namun kusaksikan kemarahan-Mu di wajahnya
Kulihat Engkau begitu masam memandangku yang hina dina..

Wahai Allah, sang pemiliki cinta...
Aku terkadang berfikir, apakah aku salah memiliki cinta yang Engkau anugerahkan.
Aku juga berfikir, mengapa ada ketentuan untuk sebuah pertemuan
Sedang Engkau tak menyukai apa yang kami lakukan dari pertemuan yang Engkau tetapkan
Yaa Allah...
Mengapa demikian?

....
....
....
....

hhhhhhh....

Astaghfirullaahal 'adziim...
Astaghfirullaahal 'adziim...
Astaghfirullaahal 'adziim...

Ampuni aku Yaa Allah...
Hamba tlah lancang, dan tak semestinya hamba menanyakan...
Hamba terlalu naif, dengan mencari pelarian untuk kesalahan yang hamba lakukan

Tersadarlag hamba, bahwa Engkau tlah anugerahkan akal pada hamba...
Dan kiranya hamba tak menggunakannya dengan sebaik baiknya...

Yaa Allah...
Sungguh aku memohon pengertian-Mu atas perkara tak halal atasku...
Sungguh aku mengemis maaf-Mu...
Engkau Maha Mengetahui, termasuk isi hatiku...
Aku hanya mencium keningnya saja Yaa Allah, tidak lebih...!

Yaa Allah, Zat yang aku rindui
Jangan perlakukan aku begini...
Aku memahami akan kecemburuan-Mu ini...
Karena kupahami bahwa hanya nama-Mu lah yang berhak kupuji...

Yaa Allah, Zat yang aku cintai
Kumohon jangan diamkan aku seperti ini...
Aku sedih jika Engkau cuekin seperti ini...
Marahlah...
Asalkan aku bisa peroleh peluk-Mu kembali...
Asalkan aku dapat rasakan dekap-Mu lagi...

Yaa Allah...
Aku tak miliki sesuatu yang berharga untuk mengambil hati-Mu...
Karena aku tentu tak layak saing dengan pemuja-Mu yang lainnya...
Aku pun tak memiliki sesuatu yang lebih berharga dari mereka tuk merayu-Mu...
Hanya dua puluh dua sujud yang kurangkai dalam tahajjud cintaku...
Yang kurangkai bersama mutiara do'a dan pujiku...
Yang kuharapkan bisa Engkau terima Yaa Allahku...

Tak apa, jika Engkau masih memasamkan wajah-Mu...
Namun kuyakin, ada maaf yang Engkau siapkan untukku di sana...
Aku pun yakin bahwa Engkau Tahu bahwa aku sangat mencintai-Mu pula...

Ya Allah...
Demi Engkau, aku hanya mencium keningnya
Demi Engkau, kukatakan bahwa itu hanyalah kekhilafanku sesaat semata.

hhhh...

Aku tak mampu berkata banyak Yaa Allah
Maafkan Aku...
Dan buat engkau, wahai kekasih hatiku...
Maafkan aku yang menzalimimu semalam...

hhhhh....
Kiranya aku telah terpenjara dalam putaran cinta yang kubuat sendiri.....

Dari : Curahan hati Petra, Untuk Novel Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar